HOME     NEWS     EVENTS     ARTICLES     DIRECTORY     BOOKS     OPPORTUNITIES  
   
Janji Sepasang Kekasih Tujuh Abad
Judul Buku:Janji Sepasang Kekasih dari Dinasti Ming
Penulis:Ernest JK Wen
Penerbit:Enerjik Kharisma, Surabaya
Cetakan:I, 2008
Tebal Buku:486 halaman
DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia, reinkarnasi artinya penjelmaan kembali, penitisan roh makhluk yang sudah mati ke dunia. Reinkarnasi dapat dipahami dengan dua perspektif. Pertama, iman. Reinkarnasi dipandang sebagai sebuah kepercayaan atas eksistensi jiwa manusia tanpa pernah mengalami secara langsung. Di sini, reinkarnasi hadir sebagai sebuah konsep tak tersentuh karena manusia masih berjarak dengan prosesnya secara langsung. Sebuah kepercayaan bahwa jiwa manusia tidak akan pernah mati, meskipun jasad manusia sudah berkalang tanah. Ketika jasad manusia mati, jiwa manusia akan mencari jasad baru agar eksistensinya tidak terputus. Analogi reinkarnasi menyerupai lingkaran di mana tidak ada awal dan akhir, ujung dan pangkal, atau dunia dan akhirat. Seluruhnya mengacu pada satu konsep kehidupan jiwa. Konsep kehidupan jiwa ini diyakini oleh penganut agama non-monotheisme, seperti agama Budha. Kedua, pengalaman. Reinkarnasi dipandang sebagai realitas yang melingkupi manusia karena terlibat prosesnya secara langsung. Di sini, manusia menyadari sepenuhnya bahwa jiwa di dalam tubuhnya adalah reinkarnasi dari jiwa manusia di kehidupan masa lalu.

Bagaimana manusia tahu bahwa jiwa di dalam tubuhnya adalah reinkarnasi dari jiwa manusia di kehidupan masa lalu?  Ernest JK Wen, penulis novel Janji Sepasang Kekasih dari Dinasti Ming (selanjutnya disingkat JSK) berusaha mengungkap fenomena reinkarnasi dengan pendekatan ilmiah modern, yakni teknik  hipnotis regresi. JSK yang direncanakan terbit dalam bentuk trilogi merupakan karya masterpiece Ernest JK Wen setelah sukses meluncurkan novel best seller Bukan Putri Angsa dan Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan.

Novel JSK berusaha mengaitkan dua simpul perspektif yang berbeda, yakni iman dan pengalaman. Alkisah, Julian Wong dan Erika Zhang, dua perempuan heteroseksual yang hidup di abad 21 saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Keduanya seolah merasakan dejavu, berjumpa dengan seseorang yang telah dikenal sebelumnya. Logika pikiran modern keduanya menolak mentah-mentah kenyataan tersebut. Julian Wong dan Erika Zhang merupakan perempuan modern yang lebih berpijak pada rasionalitas ketimbang kepercayaan pada agama. Di samping itu, profesi Julian Wong sebagai lawyer dan Erika Zhang sebagai ahli IT seolah menuntut keduanya selalu berpikir sistematis. Tapi, di sisi lain, keduanya tidak mampu berkelit dari perasaan cinta yang mengikat begitu dalam. Bagaimana mungkin dua perempuan heteroseksual bisa saling jatuh cinta? Kontradiksi antara realitas hidup dan pergulatan batin mendorong Julian Wong dan Erika Zhang berusaha menyingkap rahasia di balik fenomena tersebut. Kondisi psikologis yang semula tertata rapi, kini goyah oleh pengalaman yang tak terduga sebelumnya. Julian Wong dan Erika Zhang tertantang untuk merumuskan kembali hakikat reinkarnasi berdasarkan pengalaman hidup mereka sendiri.

Suspense-suspense bermunculan ketika Julian Wong dan Erika Zhang memiliki ketertarikan yang sama pada guci Ming. Ada misteri apa di balik guci Ming?  Petualangan demi petualangan bergulir dengan lincah di setiap bab novel. Berawal dari konsultasi dengan Madam Mok (seorang paranormal), cerita bergulir pada proses pencarian asal-usul guci Ming, lalu dilanjutkan dengan menjalani terapi hipnotis regresi dengan bantuan Doktor Stewart untuk mendapatkan kepastian. Proses terapi hipnotis regresi dituturkan dengan sangat apik. Dalam keadaan trance (tidak sadar), Erika Zhang ditarik mundur sampai ratusan tahun. Erika Zhang diupayakan mampu melihat dirinya sendiri di kehidupan sebelumnya. Meskipun berulangkali gagal, akhirnya proses terapi hipnotis regresi dapat berhasil sempuna. Erika Zhang dapat mengetahui bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari Ying-ying dan Julian Wong adalah reinkarnasi dari Wang-yue. Di kehidupan masa lalu, Wang-yue dan Ying-ying adalah pasangan suami istri (laki-laki dan perempuan). Wang-yue dan Ying-ying meninggal dunia saat mempertahankan guci Ming dari kejaran prajurit pada zaman Dinasti Ming, lantas jiwanya menitis dalam tubuh Julian Wong dan Erika Zhang, tujuh abad lampau sebelum Julian Wong dan Erika Zhang bertemu.

Ernest JK Wen, penulis novel JSK tidak sekadar menawarkan reinkarnasi sebagai sebuah gagasan, tapi menukik tajam dalam kajian ilmiah mutakhir. Meskipun masih kontroversial, teknik hipnotis regresi dipercaya sebagai salah satu cara mengungkap ingatan manusia puluhan tahun, bahkan ratusan tahun dari kehidupan manusia sekarang. Hal ini dituturkan Ernest JK Wen dalam salah satu bab novel JSK. Julian kembali memusatkan perhatiannya pada pembicaraan Doktor Stewart yang sedang menjawab pertanyaan pancingannya,”… mengungkap kehidupan lalu dilakukan dengan teknik hipnotis regresi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk membantu pasien-pasien phobia. Saya tahu sebagian besar yang hadir di sini adalah psikiater, psikolog, dan mahasiswa psikologi, karena itu saya yakin Anda tidak asing dengan teknik regresi. Oh, tentu saja tidak hanya membantu pada penderita phobia, mengungkap kejadian atau pengalaman kehidupan lalu juga terbukti telah membantu pasien mengatasi masalah tingkah-laku. Sebagai contoh, pasien yang kegemukan dan tidak sanggup mengendalikan nafsu makan. Ternyata di kehidupan lalunya, ia meninggal disebabkan mati kelaparan… ” (halaman 126).

Setelah berhasil mengetahui jati diri masing-masing, Julian Wong dan Erika Zhang dihadapkan pada sikap hidup selanjutnya. Julian Wong dan Erika Zhang akhirnya menyadari bahwa ketertarikan yang muncul dalam diri masing-masing bukan sekadar ketertarikan seksual belaka, tapi perasaan cinta yang mengikat begitu dalam. Julian Wong mengambil sikap tegas dengan memutuskan hubungan percintaan dengan tunangannya, Kent. Pada malam Tahun Baru Imlek, Erika Zhang diajak Julian Wong untuk coming out pada keluarga besar Julian Wong. Keluarga besar Julian Wong menerima Erika Zhang dengan lapang dada.  Akhir cerita bahagia terajut dalam kisah percintaan Julian Wong dan Erika Zhang tepat dalam malam Tahun Baru Imlek. Satu poin lebih dalam novel JSK yang menempatkan pasangan lesbian dalam porsi seimbang, berbeda dengan novel lesbian lain yang cenderung menghadirkan isu lesbian dalam ruang gelap.

Dengan bahan riset dan observasi yang rigid, novel JSK tampil memukau dengan kisah percintaan sepasang perempuan yang dibalut latar sejarah Tiongkok. JSK berdimensi sangat luas. Komposisi di setiap babnya kaya dengan pengetahuan sosio-kultural. Aspek kebudayaan Tiongkok, aspek sosial tentang kerusuhan 14 Mei 1998 yang mengakibatkan banyak korban bagi etnis China, isu-isu LGBTIQ yang dituturkan dengan seimbang tanpa unsur homophobia, kajian terkini tentang reinkarnasi, dan transendensi rasa cinta yang berujung pada eksistensi diri masing-masing tokoh saling memperkuat satu sama lain. Struktur cerita dibangun dengan kokoh. JSK mengingatkan pembaca pada novel tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Roh cerita yang kuat membuat pembaca tidak lagi berjarak dengan naskah novel, namun terseret masuk ke dalam konflik cerita setiap tokohnya.

Di tengah minimnya novel berlatar belakang kebudayaan China, JSK seolah mata panah yang membidik keriuhan khazanah sastra Indonesia yang didominasi novel populer, novel islami, novel sejarah Indonesia, atau novel bertema seksualitas. JSK tampil cemerlang dengan kekhasan cerita yang unik. ***
oleh Antok Serean, Penulis di media GAYa NUSANTARA.
Leave a Comment
Please feel free to let us know your feeling about this
Your Name
Your Comment
Your Email
Utk ganti paragraf silakan klik
Comments:
Rabu, 09 April 2014 - 09:20
Ratna kanaya - ra.kanaya@yahoo.com
Tertarik banget, masih ada nggak di toko2 buku ya
Sabtu, 29 Maret 2014 - 08:37
Hosiana Deviyanti - hosianadevi@gmail.com
kira2 masih ada ga ya novelnya?
Selasa, 14 Januari 2014 - 22:57
d -
Selasa, 14 Januari 2014 - 08:11
Bintangtimur - jitu001@ymail.com
Methode Pembesar penis asli Papua,. Kunjungi : http://www.bintangtimur.pun.bz ♍άKα§îîîîîĦ
Rabu, 05 Juni 2013 - 09:32
Jessie Tan - siputautis@yahoo.com
Buku ini bagus banget, seru banget ga bisa berhenti membacanya samoai habis. Mengharukan, berurai air mata. Uda lama bacanya skitar 2008 pas baru2 terbit tapi masih inget sampai skarang, karena sangat berkesan memberikan impact yg dalam. SO GREAT!
Rabu, 02 Januari 2013 - 19:55
alya anisa - alyaanisa50@yahoo.com
wowwww
Sabtu, 07 Juli 2012 - 08:39
wismantara - wismantara@yahoo.com
cerita yang unik dan bisa membuka cara pandang tentang reinkarnasi, kalau ada waktu saya juga mau regresi ke kehidupan lalu, siapa dulu saya presiden xixixixixixi
Rabu, 27 Juli 2011 - 09:09
fugy - fantasticfugy@gmail.com
waaaaaaw, keren bgt ceritanya. apakah novel ini ada versi e-booknya? saya senang dengan kisah yang unik, komplex, dan yang jelas menambah wawasan seperti ini. amazing!!!
Kamis, 06 Januari 2011 - 17:03
okky kade - okkykade@yahoo.com
perlu d perbanyak dan d sebar luaskan lintas ritual & spiritual..........
Senin, 13 September 2010 - 11:33
Arif - arif_art9988@yahoo.com
artikel yang mantabsss.......
15-04-2014
Simposium INISIATIF WARGA DALAM SENI DAN SAINS
di Auditorium Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Jl. Flora, Bulaksumur, Yogyakarta
15-04-2014
Pembukaan NALARROEPA Ruang Seni dan Pameran Seni Rupa MJK club
di Karangjati RT.05, RW. XI. Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta
04-04-2014
Presentasi dan pemutaran film "Rangsa ni Tonun"
di Auditorium Museum Sonobudoyo, Jl. Trikora 6, Yogyakarta
03-04-2014
Diskusi Publik "Open Source"
di Klinik Kopi. Jl. Affandi/Gejayan, (Belakang TB. Toga Mas Yogyakarta)
02-04-2014
Pemutaran Film: “David Wants to Fly”
di Ruang Pertunjukan (Lt. 2), Kedai Kebun Forum, Yogyakarta
01-04-2014
LAUNCHING LAGU "JOGED-E PENGUOSO"
di Kampung Edukasi, Watu Lumbung, Bukit Parangtritis
31-03-2014
Bedah Buku "Soeka-Doeka di Djawa Tempo Doeloe"
di Balai Soedjatmoko, Jl. Slamet Riyadi, Solo/Surakarta
30-03-2014 s/d 20-04-2014
Pameran “Tanah to Indai Kitai” (Tanah adalah Ibu Kita):
di ViaVia Café, Jl. Prawirotaman 30 Jogjakarta
30-03-2014 s/d 20-04-2014
Pameran “Tanah to Indai Kitai” (Tanah adalah Ibu Kita): Potret Kehidupan Dayak Iban Sui Utik, Kalbar
di ViaVia Café, Jl. Prawirotaman 30, Jogjakarta
29-03-2014
WORKSHOP: PEMBINAAN KREATIVITAS DALAM PENDIDIKAN SENI DAN BERKENALAN DENGAN BAHASA RUPA
di Auditorium Lantai 6 Gedung B, Universitas Widyatama, Jl. Cikutra No. 204A Bandung 40125
read more »
Minggu, 13-04-2014
Upacara Tradisional, Kohesi Sosial, dan Bangunan Kebangsaan
oleh Ayu Sutarto
Selasa, 01-04-2014
Membela dengan Sastra (Sebuah Pidato Kebudayaan)
oleh Ahmad Tohari
Rabu, 26-03-2014
Warisan Demokrasi Gorontalo
oleh Hasanuddin
Selasa, 18-03-2014
Demokrasi Berbudaya Minahasa
oleh Jultje Rattu
Kamis, 13-03-2014
Mengejar Penonton Drama Musikal
oleh Sri Bramantoro Abdinagoro
read more »
Merajakan Nalar di Tengah Kepungan Hedonisme
oleh Christian Heru Cahyo Saputro
Buku bertajuk: Acropolis (Kerajaan Nalar) yang merupakan kumpulan kolom karya wartawan SKH Lampung Post Heri Wardoyo (HRW) hadir meramaikan pasar wacana. Buku yang berisi kolom-kolom Heri Wardoyo ini pernah dimuat di rubrik ‘Nuansa’ Lampung Post bertitimangsa tahun...
Fantasi Balzac tentang Pulau Jawa
oleh Sigit Susanto
Merajut Masa Depan Bocah Merapi
oleh T. Nugroho Angkasa S.Pd.
Novel Kasongan, Seliat Tanah Liat
oleh R. Toto Sugiharto
read more »
Lomba Foto “Air dan Sanitasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
6th Beijing International Art Biennale 2015
Sayembara Cipta Kreasi Motif Batik Seragam Dinas Harian RSUP Dr Kariadi 2014
Lomba Desain Sepatu Tingkat Nasional 2014
LOMBA DESAIN MURAL GALERI NASIONAL INDONESIA 2014
LOMBA CIPTA SENI BATIK NUSANTARA 2014
The 4th Bangkok Triennale International: Print and Drawing
Iver Jåks Artist-In-Residency Program 2014
UNDANGAN Pameran Seni Rupa Karya Guru Seni Budaya “GURU SENI BERLARI” - GALERI NASIONAL INDONESIA
Grants for Media Art 2014 of the Foundation of Lower Saxony at the Edith-Russ-Haus, Germany
read more »
16/04/2014 22:51 | abercrombie deutschland | Apples iPad wird den Markt für Tablet Computer nach Expertenschätzungen noch auf Jahre beherrschen. Einzig das Google Betriebssystem Android werde sich als starker Wettbewerber etablieren, prognostizierten die Marktforscher von Gartner. abercrombie deutschland http://nanosmat.org/hifsxs/afde.asp
16/04/2014 17:06 | burberry handtaschen | ich kann mich auch garn nicht mer kontzentrieren, und schlaffen fellt mir schon laange sehr schwer burberry handtaschen http://www.handtaschendeutschlandshop.com/index.php?main_page=index&cPath=16_28
07/04/2014 00:46 | abdul aziz | mohon bantuan untuk penerbitan buku topeng blantek
03/04/2014 21:13 | Aprimas | Selamat dan Sukses untuk "Guru" Seni Rupa di seluruh Indonesia, Smoga kedepan semakin kreatif, produktif dan inovatif, sehingga dapat sebagai acuan dan pacuan kreativitas bagi generasi masa epan,...Salam
15/03/2014 18:09 | Lilik Indrawati | Ok. I will tray... matur nuwun Pak Kuss.
read more »
About Us
Indonesia Art News merupakan media tentang dinamika seni yang berkait dengan aspek keindonesiaan. Media ini berusaha untuk mengedepankan segi informasi ihwal seni yang dikemas dengan cara pandang kritis dan muatan yang investigative. Indonesia Art News berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia
Gabung di Facebook
Buku Tamu
Pengelola IAN
Editor in chief:Kuss Indarto
Editor:R. Toto Sugiarto
Designer:Andika Indrayana
Email - info@indonesiaartnews.or.id